Minggu, 2009 Mei 03

Bali, you set me Free


2 weeks in Bali for Free....itu adalah suatu hal yang tidak pernah terlintas di kepala sewaktu masuk jadi residen bedah. Ibarat rejeki yang tak terduga, Bali adalah buah durian yang runtuh dari pohonnya.
Kursus di Bali, datang pada waktu yang tepat, disaat kami mengalami apa yang disebut "Syndroma Kedudulan". Perasaan pusing, kurang tidur, jantung berdebar-debar, muka masem, jarang senyum, phobi sama kakak kelas adalah beberapa gejala dari syndroma ini.
Dan ajaibnya, syndroma ini menghilang seketika, begitu kakiku menginjak di tanah para Dewa ini. Sebuah perasaan lega yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata lagi.

Selasa, 2009 Februari 24

MAKNA DARI SURAT AL FATIHAH

Tulisan ini adalah hasil karya: Achmad Ridwan Sudirjo Dip-Hyp, seorang motivator (bagi saya), seorang mubaligh dan seorang master hypnosis. Kami berkenalan lewat Facebook. Pilihan kata, cara bercerita beliau sangat-sangat menyentuh dan inilah yang membuat saya selalu mengikuti tulisan-tulisannya. Makna dari surat Al Fatihah ini adalah salah satu hasil karyanya. Tulisan ini sengaja saya copy paste, agar bisa dibaca bagi rekan-rekan yang tidak sempat mengakses account-nya di Facebook. 
******
Ayat 1: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
.
Rasakan betapa besar kasih sayang Allah kepada kita semua, bayangkan semua nikmat yang telah kita terima dariNya. Nikmat udara yang kita hirup, nikmat penglihatan, nikmat pendengaran, nikmat sehat. Apakah kita sudah berterima kasih padaNya??. Rasakan kasih sayang dan sifatnya yang maha pengasih serta pemurah. Rasakan getaran dihati anda, hingga timbul dorongan untuk menangis. Silahkan menangis jika dorongan itu memang kuat. Jangan tahan tangisan anda.
Ayat 2: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”
Rasakan betapa mulianya Allah, betapa Agungnya Dia , hanya Dialah yang berhak dipuji. Dialah Tuhan penguasa Alam semesta yang maha mulia dan Maha terpuji. Rasakan betapa hina dan tidak berartinya kita dihadapan Dia. Lenyapkan semua kesombongan diri dihadapaNya. Rasakan getaran yang dahsyat didada anda…
Ayat 3: “Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
Rasakan seperti pada ayat pertama
Ayat 4: “Yang menguasai hari pembalasan” 
Bayangkan seolah olah anda berada dihapan Allah di padang Mahsyar kelak. Dia lah penguasa tunggal dihari itu. Bagaimana keadaan anda dihari itu? Rasakan dan hayati ayat tadabbur yang anda dengar. Biarkan airmata anda mengalir . Menangislah dihadapan Allah pada hari ini , disaat pintu taubat masih terbuka. Jangan sampai anda menangis kelak dihari berbangkit ketika pintu taubat telah tertutup
Ayat 5: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”
Inilah pengakuan anda bahwa hanya Dia yang anda sembah, dan hanya padaNya anda mohon pertolongan. Buatlah pengakuan dengan tulus dan iklas.
Ayat 6: “Tunjukilah kami jalan yang lurus”
Mohonlah padanya agar ditunjuki jalan yang lurus. Jalan yang penuh dengan rahmat dan berkahNya. Dengarkan dan hayati kalimat tadabbur yang anda dengar
Ayat 7: “(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”.
Bayangkan jalan orang orang yang telah mendapat nikmat , kebahagian dan kesuksesan sebagai karunia dari sisinya. Berharaplah untuk mendapat kebahagian seperti orang itu.
Bayangkan pula jalan orang orang yang mendapat murka dan azabnya
Bayangkan pula jalan yang ditempuh orang yang sesat mohon agar dijauhkan dari jalan itu.
****
Jika anda orang yang berhati peka pasti anda akan menangis, mendengar bacaan tadabbur ini. Jika anda belum merasakan getaran apapun dihati anda. Ulangi terus tadabbur ini. Gunung saja akan hancur mendengar ayat Qur’an , hati anda tidak sebesar gunung bukan? Mudah mudahan Allah tidak mengunci mati hati anda ..

Senin, 2009 Februari 23

Who's your real enemy?

Ada pernyataan yang berbunyi seperti ini: " Jika anda ingin melihat sifat orang yang sebenarnya, datanglah pada saat dia lelah atau tertekan "
Yang pernah pergi haji, pasti pernah merasakannya. Saat kondisi badan lelah, pikiran tegang sewaktu menghadapi hari Arafah dan Mina..Semua sifat asli jamaah haji keluar... Yang tukang marah, tukang ngumpat, licik, egois, serakah, semua keluar...Ya kan???
Bagi yang belum kesana, saya pengen cerita situasi yang hampir mirip dengan keadaan di tanah suci...Jadilah residen bedah...!! Dengan masuk dalam sistem pendidikan di bedah, pada akhirnya akan menunjukan kepada semua orang, siapa sebenernya kita....
Disini, kita cape baik fisik maupun psikis...nda ada duanya deh dengan residen ditempat lain....Nah keadaan inilah yang membuka tabir, apa dan siapa kita yang sesungguhnya. Yang suka menghindar, banyak alasan, tukang bohong, males-malesan, suka memanfaatkan teman...semua kelihatan!!Mulai menginjak akhir bulan kedua, rasanya kita sudah bisa memetakan, siapa kawan dan siapa lawan. Siapa teman yang bisa bekerjasama, dan mana yang amit-amit susahnya. 

Saya sih selalu yakin, bahwa sistem itu, untuk membentuk karakter kita (para residen) untuk jadi manusia tangguh bin muantab!! Tapi selalu saja, kita harus melewati suatu proses yang kompleks. Barang bagus itu tidak dibuat dengan asal-asalan, tapi dengan proses yang teliti, cermat dan perhitungan yang matang. 

Seleksi alam mulai berjalan, siapa kuat, dia akan bertahan!
Stay Strong, Stay Survive

Jumat, 2009 Januari 02

Nikmatnya Jadi Residen Baru

Ternyata...orang hebat itu tidak dilahirkan begitu saja. Mereka dibentuk, mereka ditempa, mereka dididik dengan keras, disiplin tinggi dan cara yang terbaik.

Inilah saya, ada diantaranya... Sebagai residen termuda, sudah pasti kita harus melewati apa yang disebut "kesed"nya residen lain yang lebih senior.  Kita harus lalui bagaimana setiap hari, kita selalu underpressure, penuh ketegangan dan lelah secara fisik dan mental. Tapi justru disitulah letak nikmatnya...Kalau jaman SMA dulu saya punya slogan...masa SMA adalah masa yang paling indah...MAAF...harus saya koreksi sekarang, kalau masa R1 (baca: er satu) alias residen baru adalah masa yang puaaaaaaling indah!!!

Salah satu hal positif yang saya dapat dari sistem pendidikan yang keras di Bedah ini adalah bahwa, nantinya, sebagai seorang ahli bedah...kita tidak boleh melakukan kesalahan. Satu kesalahan kecil, bisa sangat fatal, apalagi yang kita hadapi adalah nyawa manusia. Mungkin falsafah itu yang ingin ditanamkan oleh kakak senior saya. 

Apakah itu artinya seorang ahli bedah tidak boleh salah???

Tentu saja jawabnya tidak. Ahli bedah juga manusia biasa. Tapi ahli bedah yang baik, adalah yang tidak pernah mengulangi kesalahannya. So... sebagai residen baru, residen muda yang inyis-inyis.. saya masih harus belajar dari kesalahan, dan sebagai konsekuensinya tentu ada kompensasi dari kesalahan itu, yaitu HUKUMAN. Jadi wajarlah...kalau menu harian saya sekarang adalah dimarahin senior. Hehehe...

Mohon doanya aja ya...biar saya bisa melewati masa-masa sulit ini dengan penuh kemudahan..

Selamat Tahun Baru 1430 H

Alhamdulillah...

Kita kembali memasuki periode baru...me-redesign rencana-rencana kita yang pada tahun kemarin gagal, berusaha untuk memenuhinya pada tahun ini, dan memperbaiki apa yang telah kita capai pada tahun lalu untuk menjadi lebih baik pada tahun ini.

Tahun 1429H kemaren, mungkin adalah tahun ujian buat saya. Karena, Alhamdulillah...Allah memberi saya banyak sekali kenikmatan dan rejeki yang tak terduga. Itu artinya, kalau saya melupakan esensi dari nikmat Allah tersebut, adzab Allah sudah menunggu. Bagi saya, saya memandang keberhasilan kita adalah suatu ujian"kenikmatan" yang bobotnya lebih berat dari pada ujian "kesengsaraan". Karena pada dasarnya, sifat manusia yang pelupa, sombong dan selalu membanggakan diri..Orang akan cenderung melupakan Tuhannya pada saat dia senang dan gembira. Sebaliknya, jika orang sedang mengalami kesusahan yang sangat dan merasa sudah tak ada lagi harapan...ramai-ramai mereka mengingat Tuhannya untuk meminta. Na'udzubillah..

Manusia tak pernah tahu rencana Allah SWT di tahun ini...Yang jelas, bahwa kita harus selalu bersyukur pada semua yang telah Allah berikan pada tahun lalu, karena yakinlah bahwa ketentuan Allah adalah jalan yang terbaik.