Showing posts with label Religious. Show all posts
Showing posts with label Religious. Show all posts

Sunday, September 20, 2009

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

Taqobalallaahu Minna Waminkum....
Di hari ini, kudoakan engkau saudaraku....
semoga Alloh SWT melimpahkan kepadamu;
- ilmu yang bermanfaat
- amal yang shalih
- harta yang halal
- waktu yang lapang
- kesehatan yang sempurna
- kesabaran yang hakiki
- hati yang ikhlas untuk memaafkan.....
amiin....
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H
Minal 'aidin wal faizin...Mohon maaf lahir dan batin....

Monday, August 24, 2009

Marhaban Yaa Ramadhan....

Alhamdulillah, kita bertemu dengan bulan yang agung ini....
bulan dimana pahala dilipatgandakan...
bulan dimana pintu ampunan dibuka selebar-lebarnya....
sebagai pribadi, sebagai seorang manusia...saya pasti banyak melakukan kesalahan....
Dari hati yang terdalam, saya mengucapkan "Mohon Maaf Lahir dan Batin"....
Semoga Ramadhan kali ini, derajat taqwa yang lebih baik yang akan kita raih....

Marhaban yaa Ramadhan....

Tuesday, February 24, 2009

MAKNA DARI SURAT AL FATIHAH

Tulisan ini adalah hasil karya: Achmad Ridwan Sudirjo Dip-Hyp, seorang motivator (bagi saya), seorang mubaligh dan seorang master hypnosis. Kami berkenalan lewat Facebook. Pilihan kata, cara bercerita beliau sangat-sangat menyentuh dan inilah yang membuat saya selalu mengikuti tulisan-tulisannya. Makna dari surat Al Fatihah ini adalah salah satu hasil karyanya. Tulisan ini sengaja saya copy paste, agar bisa dibaca bagi rekan-rekan yang tidak sempat mengakses account-nya di Facebook. 
******
Ayat 1: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
.
Rasakan betapa besar kasih sayang Allah kepada kita semua, bayangkan semua nikmat yang telah kita terima dariNya. Nikmat udara yang kita hirup, nikmat penglihatan, nikmat pendengaran, nikmat sehat. Apakah kita sudah berterima kasih padaNya??. Rasakan kasih sayang dan sifatnya yang maha pengasih serta pemurah. Rasakan getaran dihati anda, hingga timbul dorongan untuk menangis. Silahkan menangis jika dorongan itu memang kuat. Jangan tahan tangisan anda.
Ayat 2: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”
Rasakan betapa mulianya Allah, betapa Agungnya Dia , hanya Dialah yang berhak dipuji. Dialah Tuhan penguasa Alam semesta yang maha mulia dan Maha terpuji. Rasakan betapa hina dan tidak berartinya kita dihadapan Dia. Lenyapkan semua kesombongan diri dihadapaNya. Rasakan getaran yang dahsyat didada anda…
Ayat 3: “Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
Rasakan seperti pada ayat pertama
Ayat 4: “Yang menguasai hari pembalasan” 
Bayangkan seolah olah anda berada dihapan Allah di padang Mahsyar kelak. Dia lah penguasa tunggal dihari itu. Bagaimana keadaan anda dihari itu? Rasakan dan hayati ayat tadabbur yang anda dengar. Biarkan airmata anda mengalir . Menangislah dihadapan Allah pada hari ini , disaat pintu taubat masih terbuka. Jangan sampai anda menangis kelak dihari berbangkit ketika pintu taubat telah tertutup
Ayat 5: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”
Inilah pengakuan anda bahwa hanya Dia yang anda sembah, dan hanya padaNya anda mohon pertolongan. Buatlah pengakuan dengan tulus dan iklas.
Ayat 6: “Tunjukilah kami jalan yang lurus”
Mohonlah padanya agar ditunjuki jalan yang lurus. Jalan yang penuh dengan rahmat dan berkahNya. Dengarkan dan hayati kalimat tadabbur yang anda dengar
Ayat 7: “(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”.
Bayangkan jalan orang orang yang telah mendapat nikmat , kebahagian dan kesuksesan sebagai karunia dari sisinya. Berharaplah untuk mendapat kebahagian seperti orang itu.
Bayangkan pula jalan orang orang yang mendapat murka dan azabnya
Bayangkan pula jalan yang ditempuh orang yang sesat mohon agar dijauhkan dari jalan itu.
****
Jika anda orang yang berhati peka pasti anda akan menangis, mendengar bacaan tadabbur ini. Jika anda belum merasakan getaran apapun dihati anda. Ulangi terus tadabbur ini. Gunung saja akan hancur mendengar ayat Qur’an , hati anda tidak sebesar gunung bukan? Mudah mudahan Allah tidak mengunci mati hati anda ..

Friday, January 2, 2009

Selamat Tahun Baru 1430 H

Alhamdulillah...

Kita kembali memasuki periode baru...me-redesign rencana-rencana kita yang pada tahun kemarin gagal, berusaha untuk memenuhinya pada tahun ini, dan memperbaiki apa yang telah kita capai pada tahun lalu untuk menjadi lebih baik pada tahun ini.

Tahun 1429H kemaren, mungkin adalah tahun ujian buat saya. Karena, Alhamdulillah...Allah memberi saya banyak sekali kenikmatan dan rejeki yang tak terduga. Itu artinya, kalau saya melupakan esensi dari nikmat Allah tersebut, adzab Allah sudah menunggu. Bagi saya, saya memandang keberhasilan kita adalah suatu ujian"kenikmatan" yang bobotnya lebih berat dari pada ujian "kesengsaraan". Karena pada dasarnya, sifat manusia yang pelupa, sombong dan selalu membanggakan diri..Orang akan cenderung melupakan Tuhannya pada saat dia senang dan gembira. Sebaliknya, jika orang sedang mengalami kesusahan yang sangat dan merasa sudah tak ada lagi harapan...ramai-ramai mereka mengingat Tuhannya untuk meminta. Na'udzubillah..

Manusia tak pernah tahu rencana Allah SWT di tahun ini...Yang jelas, bahwa kita harus selalu bersyukur pada semua yang telah Allah berikan pada tahun lalu, karena yakinlah bahwa ketentuan Allah adalah jalan yang terbaik.

Monday, November 10, 2008

"Let's do the best, and let God do the rest."

Pepatah terkenal ini berasal dari negara-negara Barat yang saya rasa pencipta pepatah ini adalah seorang non-Muslim.
Kaum non-Muslim saja sangat percaya bahwa Allah akan menolong membereskan urusan mereka, jika mereka melakukan yang terbaik.
"Lakukan yang terbaik dulu, urusan nanti kita serahkan pada Tuhan" demikian kira2 maksud pepatah itu.
Nah kita sebagai Muslim kiranya juga harus belajar dari semangat juang mereka. Jangan sampai sebagai Muslim malah keok sebelum bertanding atau hidup selalu dalam keadaan pesimis, karena inti dari pepatah:
"Let's do the best, and let God do the rest." adalah:
1. Niat
2. Ikhtiar
3. Doa
4. Tawakal
Allah berfirman dalam Q.S.An-Nisa’ : 81 yang artinya:
Dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi pelindung. (Q.S.An-Nisa’ : 81 ).
Kemudian apabila kamu telah membuat tekad, maka bertawkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang – orang yang bertawakal kepada-Nya. ( Q.S. Ali- Imran :159 ).
Sebagai Muslim kita harus percaya, bahwa niat baik (dalam ridho Allah), ikhtiar yang disertai dengan doa dan tawakal akan membawa keberhasilan.
Tawakal Bukan Pasrah:
Banyak orang yang menyangka bahwa tawakal itu adalah pasrah secara keseluruhan, maka ini adalah anggapan yang tidak benar. Akan tetapi seorang Muslim, jika beribadah kepada Allah mereka bertawakal, tetapi tidak seperti yang dipahami oleh orang-orang yang bodoh yakni tawakal adalah sekedar ucapan di bibir tanpa dipahami akal, membuang sebab-sebab, tidak mau kerja, merasa puas dengan kehinaan dibawah bendera tawakal kepada Allah.
Jika itu semua sudah dijalankan namun tidak berhasil, artinya mungkin Allah memang berketetapan bahwa ketidak berhasilan itu adalah yang terbaik untuk kita. Ikhlas saja. Ikhlas? Iya dong.
Seorang hamba yang ikhlas sadar bahwa manusia hanya memiliki kewajiban menyempurnakan niat dan menyempurnakan ikhtiar. Perkara yang terbaik terjadi itu adalah urusan Allah.
Berusaha lagi saja, jangan pernah berperasangka buruk kepada Allah!
(From: I'm Muslim)

Saturday, October 4, 2008

Kerja Keras, Kerja Ikhlas, Kerja Cerdas

"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum tersebut tidak mau berusaha..."

Orang kadang berharap sukses, berharap kaya, punya segalanya, tapi tidak mau berusaha... Segala daya upaya dilakukan manusia untuk menggapai cita-citanya, dari yang halal sampai menghalalkan segala cara... apapun dilakukan... Banyak manusia sekarang, sadar tidak sadar sudah salah kaprah mengartikan tujuan hidupnya...Padahal jelas, Alquran menegaskan bahwa Allah menciptakan jin dan manusia, hanya untuk beribadah kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam.... Ya, kata kuncinya...Ibadah...Ibadah...dan Ibadah.... 

Tapi kadang kita lupa makna dari ibadah...padahal..apapun yang kita lakukan di dunia ini (tentu itu tidak berlaku buat para maling, garong dan sejenisnya itu lho...), bisa kita jadikan sebagai ibadah...senyum aja ibadah...!! Sorry, kepanjangan kasih wejangan... kayak Ustadz aja..Kembali pada bahasan judul kita...

Kesuksesan tidak datang dengan sendirinya...kerja keras kita dalam mencapai tujuan itu akan sangat menentukan tingkat keberhasilan. Bahwa seseorang gagal setelah bekerja dengan sangat keras, jangan diartikan lain...."Saya sudah kerja keras, tapi nda berhasil juga..." Lho, bukannya kesuksesan itu ada, karena  ada kegagalan. Kita jatuh, sehingga kita akan belajar untuk bangkit kembali...?? So...work hard guys....harder....n' harder.....

Kita akan merasa kecewa ketika usaha kita tidak mencapai tujuan. Itu manusiawi....mengharap sesuatu dengan sangat dan ketika harapan kita tidak terwujud, kadang membuat kita frustasi..bahkan tidak sedikit yang jadi stress atau malah gila. Setelah kerja keras kita, do'a di sholat-sholat malam kita....apalagi yang bisa kita perbuat?? Teman-temanku sekalian....ternyata jawaban untuk pertannyaan ini adalah Ikhlas. Ikhlas itu tanpa pamrih. Bahkan disaat kita berdoa sama Allah pun kita harus ikhlas...kita nda boleh "maksa" Tuhan untuk mengabulkan do'a kita...nah lho...se-ekstrim itukah? Dan untuk ikhlas memang tidak semudah kita mengucapkan. Ikhlas itu adalah permainan hati, bukan permainan mulut. Jadi ikhlas yang betul-betul ikhlas ya yang tau hanya kita dan Allah semata... Mari kita belajar untuk ikhlas, karena dengan tanpa pamrih...apapun hasil yang telah kita perbuat, itu pasti pilihan yang terbaik menurut Allah, bukan menurut kita. Dan kita yakin, apa yang baik menurut Allah, adalah yang terbaik untuk kita.....

Banyak orang nganggur karena mereka tidak melihat kesempatan yang sudah ada di depan mata... Sebenernya kalo mau jujur, lapangan kerja sangat banyak...tinggal kita mau nda melakukannya... Kita manusia ini memang "tukang milih"... maunya enak... kita tidak mau keluar dari "zona nyaman" kita. Iya kan? Berapa banyak sarjana yang katanya lulusan perguruan tinggi itu nganggur karena mereka memilih duduk-duduk di rumah, ongkang-ongkang kaki, ngrokok-ngrokok, ngopi-ngopi, nongkrong-nongkrong di perempatan, tapi nda mau bergerak dan berusaha.... Nah, gimana kita mau sukses kalo cara kita seperti ini.... be smart dude..... Ya!! bekerja dengan cerdas! kreatif! selalu punya innovasi baru...akan memudahkan kita mencapai kata "kesuksesan" itu.... No effort, no reward... No fee, no service... Nda usahe, memble aje... camkan itu!

Apalagi ya...

udah dulu yah...kapan2 disambung maning....

inyong kencot....dadi ora bisa mikir....

 

Thursday, October 2, 2008

Curhatku sama Allah..

Sebulan ini saya lagi stress berat.... tangal 20 oktober nanti, sy mau nyoba ujian PPDS di ugm.... rasanya dag-dig-dug kalo mikirin itu.... pertanyaan yang selalu terlintas di kepala... apa sy dah siap menghadapi semuanya??? 

Gila rasanya....sy tambah stress karena liat bahan yang harus dibaca segitu banyaknya.... Padahal hari-hari itu semakin dekat.... Ya Allah...

Istri...keluarga, temen deket saya bilang..."Kamu bisa melewati ini semua....", tapi lagi-lagi saya meragukan kemampuan diri saya sendiri.... apa saya mulai krisis kepercayaan diri?? adakah proses dalam diri saya yang salah?? kenapa seolah, ujian ini begitu menyita seluruh pikiran saya, sampai-sampai saya tidak bisa menikmati tidur nyenyak lagi............Masya Allah...

Kenapa justru disaat orang lain percaya bahwa  saya mampu melewati tantangan ini.....saya malah ragu ya? Astaghfirullah..... apa keimanan saya mulai luntur?? Na'udzubillah....

Bismillaahirrohmaannirroohiim........Aku berlindung pada-Mu Ya Allah dari segala prasangka buruk terhadap-Mu..Hanya kepada-Mu aku menyembah...dan hanya kepada-Mu aku meminta pertolongan....Berilah kemudahan akan semua hal yang aku kerjakan Ya Allah..Amiin..

Tuesday, July 29, 2008

Sisi Lain Ibadah Haji (Part 2)


(konsepnya udah dari dulu...tapi baru bisa diposting hari ini...sorry ya....)

Kenaikan Ongkos Naik Haji (ONH) sudah di umumkan oleh pemerintah. Ya ONH naik lagi, seperti sudah diperkirakan sebelumnya.. Lagi-lagi berbagai alasan dikemukakan, dari biaya penerbangan yang lebih tinggi, hingga harga penginapan di tanah suci yang meningkat. Tapi apakah kenaikan biaya tersebut di imbangi dengan kualitas pelayanan yang semakin baik pula? Mungkin banyak dari kita tidak mempermasalahkan berapapun kenaikan ONH, karena ketika kita sudah bertekad bulat dengan niat yang tulus untuk memenuhi panggilan Allah, apapun akan kita jalani. Betul? Nyatanya kuota haji 2 tahun kedepan sudah penuh tuh.....artinya, berapapun kenaikannya, tetep saja peminatnya tidak pernah surut. Kecenderungan tiap tahun malah menunjukan trend peningkatan. Moga-moga ini pertanda yang baik, bukan lantaran orang pengen dipanggil Pak Haji dan bu Hajjah doang, orang pada antri naek haji. Amin..

Oh iya...pemerintah juga mengatakan bahwa, untuk musim haji tahun ini, kemungkinan besar penginapan jama'ah lebih jauh dari sebelumnya. Kalau dibayangkan, tahun lalu saja, saya (yang Alhamdulillah dikasih kesempatan ke Tanah suci masih muda) harus "ngos-ngosan" jalan pulang pergi dari penginapan ke masjid kurang lebih 3 Km....itu masih lumayan, banyak jama'ah yang penginapannya lebih jauh dari itu.. Janji pengadaan "Shuttle Bus" tiap jam untuk menghantarkan jama'ah yang hendak ke Masjidil Haram...nyata-nyata tidak terbukti. Karena bus gratis yang disediakan itu muncul cuma hari pertama, dan terakhir saja...Lho sisanya?? Sisanya kita bayar 1 sampai 2 riyal untuk naek taksi satu kali jalan ke Masjid atau pulangnya...jadi kalo ditotal, untuk transport saja gambarannya seperti ini: Biasanya kita pergi ke masjid jam 2 pagi biar bisa sholat malem dan lanjut sampai waktu Dhuha...biaya = 2 riyal, pulang ke penginapan = 2 riyal, jam 10.30 berangkat lagi ke masjid = 2 riyal, kalo pulang sebelum asyar = 2 riyal, (ada jamaah yang pengen irit, dia makan di sekitar masjid dan nda pulang sampai Isya..totalnya = 10 Riyal plus perjalanan pulang), bagi yang pulang setelah Dhuhur = 2 Riyal, berangkat lagi mau Asyar = 2 Riyal, biasanya lanjut Mahrib dan Isya, trus pulangnya 2 Riyal....total = 12 Riyal. Kalikan saja dengan kurang lebih 25 hari = 300 Riyal!! Wauw....itu belum dengan yang di Madinah kalo kita bolak-balik naik taksi... bisa2 mencapai 400 Riyal.. Padahal itu belum termasuk makan lho.....Cape deh.........

Intinya apa sih, kok itung-itungan banget masalah duit....bukannya naek Haji itu emang mahal? Nah disinilah...walaupun ada komplain, tapi sedikit yang terungkap...bahwa Jama'ah menganggap, Haji itu harus sabar...apapun kondisinya...berapapun biayanya...ya dijalani saja.. nda usah nge-dumel....Padahal, disitulah letak tanggung jawab Pemerintah sebagai pengelola ibadah Haji.. harusnya hal-hal sepele yang seperti itu diperhatikan betul. Jama'ah akan merasa ikhlas-ikhlas saja mengeluarkan banyak uang, jika pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan haji.  

Untuk benar-benar memuaskan semua pihak memang tidaklah mungkin, karena ukuran kepuasan tiap individu berbeda-beda..tapi setidaknya, seharusnya kenaikan ONH tiap tahunnya harus juga diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanannya..Betul??

Sudah ah....daripada terus mencerca, kita berdoa saja agar pemerintah mendengar teriakan-teriakan kita terhadap peningkatan kualitas pelayanan haji di Tanah suci...Amin...Amin...

 

Sunday, July 13, 2008

Sisi Lain Ibadah Haji (part 1)

Ibadah haji, haqqul yakin, semua orang Islam yang beriman pasti ingin melaksanakannya. Ibadah ini dipandang sebagai pencapaian tingkat ke-Islaman tertinggi bagi seseorang. Kita pasti sering membaca ulasan mengenai apa, mengapa dan bagaimana ibadah haji itu dari buku-buku agama, pengajian-pengajian atau bahkan dari ustads dan ulama, tapi saya ingin memberikan suatu persepsi lain untuk anda sekalian, khusus dari kacamata saya sendiri berdasar pengalaman spiritual saya ketika di tanah suci. Bukan ujub atau riya’, Insya Allah ikhlas tanpa tendensi apa-apa. Amin..

Ibadah Haji perlu totalitas

Ibadah haji bukan hanya ibadah yang perlu biaya banyak, tidak sedikit ongkos naik haji (ONH), terakhir tahun 2007 sebesar 28 juta rupiah. Kecenderungannya bahkan naik tiap tahun. Entahlah..Mungkin disitu justru letak ujiannya. selain masalah ONH tadi, ada sesuatu yang bagi banyak orang justru adalah permasalahan yang sebenarnya. Siap Mental..Ya, banyak orang, entah sekaya apapun, tidak siap untuk segera melaksanakan ibadah haji ini. Alasannya beragam, tapi kebanyakan yang saya dengar langsung dari para jama’ah haji adalah mereka tidak siap untuk benar-benar berubah. Dengan status haji, mereka takut ketika nanti pulang ke kampung halaman, bertingkah laku tidak sesuai dengan predikat yang mereka sandang, yang pada akhirnya menimbulkan pandangan miring bagi masyarakat disekitarnya. Pandangan ini jelas salah, kita beribadah bukan untuk dinilai oleh manusia, tapi ibadah kita semata-mata dipersembahkan untuk Sang Kholiq. Perjalanan ke tanah suci bukan hanya mengejar titel “Haji atau Hajjah”. Tidak juga untuk mengejar status di mata masyarakat. Karena perjalanan haji yang benar adalah menghasilkan seseorang yang lebih baik dari sebelumnya. Mabrur atau mabrurah, itu tujuan akhirnya. Mabrur, kalo saya artikan sendiri, menurut versi saya adalah haji yang kita lakukan akan membuat kita menjadikan orang yang lebih baik, tutur katanya yang santun, sikap dan perilakunya yang terpuji, dan tentunya yang paling penting adalah kualitas ibadah kita menjadi lebih sempurna. Kalau kita benar-benar bisa seperti itu, saya berani mengatakan keyakinan saya bahwa bangsa Indonesia yang sedang terpuruk ini akan menjadi bangsa yang besar. Lho kenapa? Bayangkan, Indonesia tiap tahunnya mengirimkan jama’ah haji yang terbesar, tidak lagi tingkat regional, tapi INTERNASIONAL. Itu sudah terjadi sejak jaman baheula, lah kalo kita mau sensus betul, berapa juta warga Indonesia yang bertitel haji dari jaman baheula itu sampai sekarang? Masya Allah.. Tapi kenapa, jumlah jama’ah yang banyak itu tidak menimbulkan efek apa-apa? Adakah yang salah..? Wallaahua’lam

to be continued..........